top of page
WhatsApp Image 2025-06-13 at 13.39.33.jpeg

Fakta! Pahami Oksidasi Pada Daging Babi Beku

  • Mar 10
  • 1 min read

oksidasi pada daging babi beku, perubahan warna daging babi beku, kenapa warna daging babi beku berubah, cara mengenali kualitas daging babi beku, penyimpanan daging babi beku yang benar, PT. Rajaboga Jaya Nusantara, supplier daging babi Bali, distributor daging babi beku Bali, distributor daging Indonesia, supplier daging untuk restoran, pemasok daging industri F&B, distributor daging untuk HoReCa, distribusi daging dengan cold chain, supplier daging babi terpercaya Bali


makanan khas imlek
Daging babi beku berkualitas tinggi di Rajaboga

Umumnya kita menilai tingkat kesegaran daging berdasarkan warna, seperti warna merah, coklat, kuning bahkan abu-abu dan hitam. Nyatanya, ada beberapa pengecualian warna yang dianggap sebagai hal yang normal/wajar. Mioglobin merupakan protein alami pada daging yang jika terkena udara dapat bereaksi dengan oksigen dan menyebabkan daging berwarna merah segar. Namun, apabila daging disimpan dalam waktu tertentu proses oksidasi tersebut dapat mengubah warna daging yang awalnya merah menjadi kecoklatan.


Pada daging beku, perubahan warna dapat terjadi ketika saat pengemasan masih tertinggal udara di dalamnya sehingga lebih pucat dibandingkan daging lainnya. Namun, ketika daging beku dicairkan dan mendapat oksigen, secara bertahap daging akan kembali berwarna lebih segar. Perlu di ingat, selama daging disimpan dengan baik dengan suhu dingin yang stabil, perubahan warna ringan adalah hal yang wajar dan normal.


Hal ini menjadi penting untuk memilih supplier daging yang terpercaya seperti Rajaboga yang selalu konsisten menjaga kualitas dan keamanan daging sejak dari peternakan hingga diolah sampai ke tangan pelanggan.


Pemesanan dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:


Sales Admin +62 812 2882 4882



 
 
bottom of page