top of page
WhatsApp Image 2025-06-13 at 13.39.33.jpeg

Indonesia Bans Pork Imports from Spain: What Does This Mean for Consumers?

  • Jan 19
  • 2 min read

Rajaboga Jaya Nusantara, Spain pork import ban, African Swine Fever in Indonesia, ASF not transmissible to humans, impact of African Swine Fever on pork supply, trusted pork distributor in Indonesia, NKV-certified pork supplier


Quality frozen pork
Are we still willing to consume meat without knowing where it comes from?


On January 6, 2026, CNBC Indonesia reported that the Indonesian government officially banned pork imports from Spain. This decision raised questions among consumers: Is the meat dangerous to consume? Is there any political motive behind the policy?


In fact, the ban has no political connection. It was implemented purely due to concerns over African Swine Fever (ASF). Although ASF does not infect humans and pork remains safe for human consumption, the disease poses a serious threat to the food supply system. ASF is extremely difficult to eradicate and can devastate pig farming operations if left uncontrolled.


If the government had not taken firm action by halting imports from Spain, the outbreak could have disrupted supply chains, caused price surges, and ultimately affected consumers. The import ban will only be lifted once animal health conditions in Spain and other affected countries are confirmed to be fully safe.

This situation raises an important question: Are we still willing to consume meat without knowing where it comes from?


From the beginning, Rajaboga has partnered with local farmers who implement strict biosecurity measures and hold NKV certification. Today, more than 1,000 customers across Indonesia, from Bali to Papua trust Rajaboga as their pork supplier. Amid ongoing disease outbreaks and global uncertainty, choosing meat is no longer just about freshness, but about traceability, safety, and responsible sourcing.


For Orders and Further Information, please contact:


Sales Admin +62 812 2882 4882



Larang Impor Daging Babi dari Spanyol, Bagaimana Dampaknya pada Konsumen di Indonesia?

PT. Rajaboga Jaya Nusantara, larangan impor daging babi Spanyol, African Swine Fever Indonesia, ASF tidak menular ke manusia, dampak African Swine Fever terhadap pasokan daging, distributor daging babi terpercaya Indonesia, supplier daging babi bersertifikat NKV


Quality frozen pork
masihkah kita mau makan tanpa peduli asal-usul daging yang kita konsumsi?


Dilansir 6 Januari 2026, CNBC Indonesia, Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan impor daging babi dari Spanyol. Apakah berbahaya jika dikonsumsi? Adakah kaitannya dengan politik?


Faktanya, larangan tersebut tidak ada kaitannya dengan politik, melainkan murni diakibatkan oleh wabah African Swine Fever. Meskipun tidak menyerang manusia dan daging tidak berbahaya meskipun langsung dikonsumsi, wabah ini berpotensi merusak sistem pangan karena sulit diberantas. 


Apabila pemerintah tidak tegas memberhentikan impor babi dari Spanyol, kemungkinan besar menimbulkan gangguan pasokan, harga melonjak, dan berimbas pada konsumen. Larangan akan dicabut apabila kondisi kesehatan hewan di negara Spanyol dan lainnya benar-benar aman.


Pertanyaan penting berikutnya adalah masihkah kita mau makan tanpa peduli asal-usul daging yang kita konsumsi?


Sejak awal, Rajaboga banyak bekerja sama dengan peternak lokal yang menerapkan biosekuriti tinggi dan telah bersertifikat NKV. Lebih dari 1.000 customer, dari Bali hingga Papua, mempercayakan kebutuhan daging babinya kepada Rajaboga. Di tengah isu wabah dan ketidakpastian global, memilih daging bukan lagi sekadar fresh, tetapi tentang asal usul keamanan daging.


Pemesanan dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:


Sales Admin



 
 
bottom of page