Lebih Dari Sekedar Hidangan: Filosofi Makanan Khas Imlek
- 7 days ago
- 1 min read
Momen perayaan Imlek tidak hanya sekadar kumpul kebersamaan, tetapi mengandung simbol serta harapan kebaikan. Dalam perayaannya makan khas Imlek lebih dari sekedar hidangan karena menjadi elemen penting yang dimaknai keberuntungan, kebahagiaan serta kemakmuran di tahun yang baru. Sehingga setiap hidangannya memiliki filosofi tersendiri. Berikut adalah 5 (lima) hidangan khas Imlek yang mengandung filosofi:

Pangsit
Pangsit atau jiaozi mengandung simbol kekayaan dan kemakmuran karena bentuknya yang mirip batang emas.
Kue Nian Gao
Kue Nian Gao atau kue keranjang memiliki tekstur lengket yang melambangkan keakraban dan keharmonisan keluarga.
Chang Shou Mian
Chang Shou Mian atau mie panjang umur disajikan dengan tidak dipotong karena dipercaya sama halnya dengan memotong umur. Menu ini sebagai simbol kesehatan dan umur yang panjang.
Jeruk Mandarin
Jeruk memiliki warna keemasan menyerupai emas dipercaya melambangkan kekayaan dan keberuntungan.
Bola Ketan
Bola ketan menjadi simbol kebersamaan dengan berbagai isian rasa mencerminkan harapan hubungan keluarga yang harmonis.
Demikian beberapa hidangan khas Imlek, setiap sajiannya mengandung filosofi di dalamnya. Diluar filosofi yang terkandung, perayaan Imlek merupakan momen mempererat hubungan dan meningkatkan keharmonisan kebersamaan yang penuh dengan suka cita serta harapan baik. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek!
Pemesanan dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Sales Admin +62 812 2882 4882


